Duluuu di awal-awal aku mengajar disekolah ini, kejadian kesurupan massal pernah terjadi. Diawali dengan terbakarnya hutan dibelakang sekolah. Anak-anak sontak berinisiatif memadamkan api ada yang mengguyur dengan ember berisi air ada yang memukul-mukul semak yang terbakar dengan kayu agar apinya mati. Apinya terkendali namun sesuatu yang tak terkendali mulai berlangsung, beberapa anak jatuh pingsan dan berteriak-teriak histeris bahkan kejang-kejang, kami harus memanggil ustadz untuk mengembalikan kesadaran anak-anak yang lagi trace itu. Bahkan ada yang biarpun berjam-jam masih tak sadar juga, yang paling susah kalau anak laki-laki yang kena, beberapa orang yang memegangi itu anak tidak kuat dia terus mengamuk, Bapak Kepala sekolah kami mengguyur anak itu dengan seember air dan ternyata manjur menyadarkan kesadaran anak itu.
Lama setelah itu, senin tadi di saat upacara bendera kejadian itu terulang lagi. Hari itu cuaca mendung berangin dingin. Seorang anak jatuh pingsan langsung dibopong ke ruang kantor, disusul oleh anak yang lain. Upacara terus berlangsung. Teriakan di dalam kantor membuat kami terperangah ini bukan pingsan biasa, disusul jeritan-jeritan lainnya, korban-korban lainpun berjatuhan, upacara dibubarkan. Bahkan yang bertugas sebagai pembaca acara upacara ikut-ikutan tumbang dan mengamuk. Rata-rata anak puteri dan dimulai oleh anak-anak yang baru pulang kemping pramuka. Anak-anak lain yang belum kena melihat dan mendengar teriakan temannya mulai terpengaruh mula-mula matanya merah, mereka mulai menangis dan jatuh pingsan kejang-kejang dan menjerit-jerit. Hari itu ibu-ibu Bapak-Bapak guru kewalahan menenangkan anak-anak yang lagi histeris itu.
Persis seperti di TV-TV itu, tangannya menggeggam kakinya kaku, matanya tidak fokus. Kadang nangis, marah-marah, tertawa. Yang setengah sadar masih bisa istigfar dan zikiran...waktu kutanya ia merasa apa? katanya dadanya sakiiiiiiiit sekali....aduuuuh Bu...dadaku sakit. Mendengar temannya menjerit...dia ikut menjerit...Ibu Toloooong temanku...tolong kasihan diaaa..."Aku sempat merinding juga, tapi aku tak henti-henti berzikir dan berdoa, bukannya apa-apa takut kena juga, apa kata duniaaa :D.
Beberapa ustadz didatangkan untuk menyadarkan anak-anak itu, alhasil bajuku ikutan basah kena sembur ustadz :D. Beberapa bisa disadarkan, tapi tidak sedikit korban baru berjatuhan lagi, sedang yang sudah sadar beberapa di jemput orang tuanya pulang. Eh sudah sadar dan mau pulang mendengar jeritan temannya di dalam kelas....ditengah jalan bruk! ambruk kesurupan lagi. Bahkan dia menari-nari ditengah lapangan.Yang satunya lagi mau lari ke hutan...untung bisa dikejar dan ditangkap sama anak laki-laki.20-an lebih anak perempuan yang jadi korban kesurupan massal, tidak ada anak laki-laki, mungkin fisik dan mental anak laki-laki lebih kuat.Alhasil sekolah hari itu dipulangkan lebih awal.
Percaya tidak percaya kejadian seperti ini nyata dan terjadi di sekolahku. Aku percaya mereka bisa begitu karena kondisi tubuh mereka kelelahan dan pikiran mereka yang kosong. Kata rekan kerjaku kenapa orang dewasa jarang kesurupan? Karena kita udah kebanyakan pikiran, ngga ada tersisa pikiran kosong terutama mikirin utang :D
Ladyonthemirror
Welcome into my world, an ordinary women in her unperpect world.
Selasa, 13 Maret 2012
Sabtu, 10 Maret 2012
AKHIRNYA ICHA PUNYA KUCING

Icha anakku yang nomor dua itu paling suka binatang dan dia kalau ditanya cita-cita pasti dia lantang menjawab, "Dokter Hewan!" Hampir semua binatang ia suka, kadang ia ajak bicara, kalau burung terbang dia hai-hai, ada kodok diajak bicara, capung juga. Tapi binatang yang paling disukainya Kuda dan Kucing. Icha bahkan punya kuda imajiner yang diberinya nama Rainbow.Biar begitu Icha masih memiliki keinginan terpendam ingin memelihara kucing. Bahkan gambar kucing dimajalah dipeluk-peluknya dibelai-belainya saking pengennya punya. Kucing tetangga juga dikejar kesana-kemari. Dia sempat punya kucing dan dipiara di rumah tempat momong Icha, tapi menantu Mama Ati (yang momong Icha) takut kucing terpaksa kucing itu dikasihkan orang dan reaksi Icha luar biasa dia menangis keras dan butuh berjam-jam buat membujuknya.
Beberapa hari yang lalu sewaktu kami jalan-jalan waktu mau naik mobil voila! ada 4 ekor anak kucing dilantai mobil beserta induknya, karena tidak ingin mengganggu kami ajak aja keluarga kucing itu jalan-jalan, sayangnya ditengah jalan ibu kucing sadar mobil bergerak, sontak ia langsung melompat ke jendela dan lari ke pinggir jalan meninggalkan ke empat anak-nya yang masih kecil-kecil. Sepanjang perjalanan pulang kami mencari-cari induknya itu tapi tak ketemu-ketemu, kami pikir dia pasti balik mencari anaknya karena tempat dia kabur tidak jauh dari rumah kami. Tapi ternyata ibu kucing itu benar-benar tidak pernah kembali. Yang paling girang tentunbya Icha karena tidak hanya satu kucing tapi empat kucing sekaligus! Hari itu Icha, kakaknya sama saudara sepupunya sibuk mengyurusi kucing meminumi bayi-bayi kucing yang lucu itu dengan susu yang dibuat didot bekas, betapa gembiranya mereka, sayangnya ada salah satu anak kucing yang nakal waktu mau dipindahkan ke dalam kardus dia malah lari kecelah yang ada didinding mobilku yang berlubang, dan dia terperangkap disana, yang bisa dia lakukan hanya mengeong, untung hari itu udara tidak panas, andaikan panas anak kucing itu tidak akan selamat karena didalam besi itu pasti panas banget. Semalaman aku tidak bisa tidur begitu juga Icha, ia sangat kuatir sama salah satu anak kucing itu. kalau dia mati aku tidak bisa memaaafkan diriku karena membiark an kucing kecil tak berdaya mati! Paginya kami melakukan aksi penyelamatan kucing, kepaksa dinding mobil dibobol, perlu waktu dan tenaga ekstra, betapa bahagianya melihat kucing itu bisa keluar dari perangkap dinding mobil.
Sekarang kucing-kucing itu menempati bekas akuarium yang tidak terpakai, anak-anakku dan sepupunya punya mainan baru dan tugas baru merawat dan memberi makan kucing. Akhirnya Icha punya kucing juga :)
Label:
note of the day
| Reaksi: |
Jumat, 02 Maret 2012
Happy Birthday Ma

Happy Birthday Ma,
Every moments with you is precious
Sehat dan bahagia terus ya, Ma
Aku sayang Mama
Label:
note of the day
| Reaksi: |
Kamis, 26 Januari 2012
MONDOK
Assalamu alaikum wr. wb. Selamat sejahtera bagi kita semua.Apa kabar teman-teman blogger semua? Tahu-tahu sudah 2012 saja, tahu-tahu Januari hampir berakhir, dan tak satupun postingan baru di blogku.
Ini dikarenakan anakku Icha sakit thypus dan perlu perawatan di rumah sakit. Akhir desember sekolah libur, tapi liburanku kali ini istimewa bukan di hotel atau villa, tapi rumah sakit. Semuanya bermula dari sakit flu pilek batuk Icha yang tidak sembuh-sembuh begitu juga demamnya, badannya tambah kurus. Aku langsung panik, kalau anakku panas lebih tiga hari aku langsung kasak-kusuk mau cek darah.Karena mau tahun baru dokter sudah pada liburan sedangkan obat Icha mau habis anaknya belum sembuh juga, kami memutuskan membawanya ke UGD (andalanku kalo dalam kondisi emergency), toh kalau tidak ada yang serius biasanya dikasih obat trus disuruh pulang ke rumah plus cek darah tentunya.Ternyata benar Icha kena Thypus disuruh opname. Jadinya ketika orang-orang berpesta tahun baru aku mengahabiskan malam itu di kamar rumah sakit bersama Icha.
Selama di rumah sakit itu Icha nangis-nangis minta pulang, bukan karena sakit, tapi karena rindu kakak, nenek, om, auntie, sama teman-temannya disekolah. Kadang dia duduk disudut ranjang dengan tangan diinfus nangis sambil ngomong, "Icha rindu kaka Rizky, kaka Via, Safira, Najila, Mereka sayaaaang Icha. Icha sayang mereka, Oom juga, Mama Ilit juga.teman-teman sama ibu guru di sekolah pasti nyariin Icha." Trus tersedu....sedu...Nikita Willy liwat! sampe suster-suster pada senyum-senyum tiap kali liwat di kamar Icha dengar sedu sedannya.
Sepulangnya dari rumah sakit Icha sudah seperti biasa lagi, makannya juga banyak, semua dimakan, sampai suatu hari saat aku masih ditempat kerja mama dirumah menilpon kalau Icha muntah-muntah sudah tiga kali. Aku telpon hubby dan langsung pulang, Icha dirumah sama mama Ati yang biasa momong dia, anaknya masih bicara tapi muntah-muntah dan sakit perut. Aku langsung tancap gas ke UGD bawa Icha sama Mama Ati, Hubby menyusul bawa baju ganti dll. Bagi orang panikan seperti aku rumah sakit membuat panic attackku berkurang, disana ada dokter dan perawat, kalau dirumah walaupun aku menenangkan diri tapi tetap saja rasanya maunya histeris (walaupun cuma dalam hati). Selama Icha dalam perawatan aku perhatikan wajah-wajah dan penampilan Ibu-ibu yang bawa anak-anak sakit ke UGD itu kalau ada yang bisa dandan seperti Syahrini aku acungi jempol deh! Dan tidak ada ibu-ibu yang bisa dandan di UGD, jangankan bedakan, sendal aja yang kiri dan kanan bisa beda, bahkan ada yang tidak pake sendal sama sekali saking paniknya. Kalau ingin melihat ibu-ibu yang dandanannya ancur seancur-ancurnya datanglah ke UGD Rumah Sakit!
Ternyata thypus Icha kambuh :( Icha harus mondok lagi di rumah sakit. Disaat seperti inilah betapa pentingnya asuransi kesehatan, benda paling penting yang harus dibawa di UGD kalau bisa diphotocopy beberapa lembar jauh-jauh hari karena kita tidak tahu saat emergensi bisa saja pas tengah malam dan tidak ada fotocopy yang buka. Selain itu bawa termos air panas kecil, kompres, sendok untuk minum obat atau buat minum air, air mineral, kantong plastik buat baju kotor kalau anak muntah atau diare dan berak-berak, baju ganti, handuk kecil, dan uang cash secukupnya. HP dan chargernya.
Akhirnya kami mondok lagi di rumah sakit. Selama itu aku berpikir kenapa anak orang lain jajan sembarangan makan chiki, es, pentol, yang dijual dijalan-jalan paman gerobak dorong, mandi hujan,main ditempat kotor kok sehat-sehat saja, sedang anakku yang menurut Rizky anakku apa-apa ngga boleh sering sakit? Aku pernah curhat hal ini sama temanku, jawaban temanku sungguh menenangkan, lebih baik tahu sekarang anak-anak kita tidak boleh makan begituan, jadi mereka tidak banyak maka begituan dan ngga mau makan-makanan yang seperti itu karena tahu akibatnya sejak awal, dibanding nanti-nanti?
Ini musibah bagiku di awal tahun, walau begitu aku harus mengambil hikmah dan bersyukur dan ikhlas nasihat hubby. Diruang opname anak-anak itu banyak cerita sedih bahkan ada yang sakitnya yang lebih parah dari anakku. Beberapa orang tua, entah yang perempuan atau yang laki-laki duduk termenung memikirkan biaya yang akan dibayar sekeluarnya dari rumah sakit, bahkan ada ibu-ibu yang dengan mata berair bercerita ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Anak-anak yang menangis kesakitan, wajah-wajah capai dan tidak tidur, bahkan ada yang bawa anak-anaknya yang sehat diusia balita harus berbaring di lantai rumah sakit sementara orang tuanya menunggui kakak atau adiknya yang sakit. Saat aku hendak mengambil air panas aku melihat anak seumuran Rizky anakku yang pertama sedang menyeret termos air yang besar, dibelakangnya adiknya seumuran Icha anakku mengikuti dari belakang tanpa alas kaki, saat kutanya siapa yang sakit mereka jawab, "Bapak." Sesak rasanya melihat anak sekecil itu begitu tabah menunggui Bapaknya yang sakit, saat bertemu hubby aku menceritakan dua anak kecil itu aku bilang ke hubby, "Bah, Moga kita sakit ntar-ntar saja, nanti saat anak-anak dewasa saja."
Alhamdulilah sekarang Icha sudah pulang ke rumah dan sekolah lagi mohon doanya Om, Tante, kaka semoga Icha sehat.
Ini dikarenakan anakku Icha sakit thypus dan perlu perawatan di rumah sakit. Akhir desember sekolah libur, tapi liburanku kali ini istimewa bukan di hotel atau villa, tapi rumah sakit. Semuanya bermula dari sakit flu pilek batuk Icha yang tidak sembuh-sembuh begitu juga demamnya, badannya tambah kurus. Aku langsung panik, kalau anakku panas lebih tiga hari aku langsung kasak-kusuk mau cek darah.Karena mau tahun baru dokter sudah pada liburan sedangkan obat Icha mau habis anaknya belum sembuh juga, kami memutuskan membawanya ke UGD (andalanku kalo dalam kondisi emergency), toh kalau tidak ada yang serius biasanya dikasih obat trus disuruh pulang ke rumah plus cek darah tentunya.Ternyata benar Icha kena Thypus disuruh opname. Jadinya ketika orang-orang berpesta tahun baru aku mengahabiskan malam itu di kamar rumah sakit bersama Icha.
Selama di rumah sakit itu Icha nangis-nangis minta pulang, bukan karena sakit, tapi karena rindu kakak, nenek, om, auntie, sama teman-temannya disekolah. Kadang dia duduk disudut ranjang dengan tangan diinfus nangis sambil ngomong, "Icha rindu kaka Rizky, kaka Via, Safira, Najila, Mereka sayaaaang Icha. Icha sayang mereka, Oom juga, Mama Ilit juga.teman-teman sama ibu guru di sekolah pasti nyariin Icha." Trus tersedu....sedu...Nikita Willy liwat! sampe suster-suster pada senyum-senyum tiap kali liwat di kamar Icha dengar sedu sedannya.
Sepulangnya dari rumah sakit Icha sudah seperti biasa lagi, makannya juga banyak, semua dimakan, sampai suatu hari saat aku masih ditempat kerja mama dirumah menilpon kalau Icha muntah-muntah sudah tiga kali. Aku telpon hubby dan langsung pulang, Icha dirumah sama mama Ati yang biasa momong dia, anaknya masih bicara tapi muntah-muntah dan sakit perut. Aku langsung tancap gas ke UGD bawa Icha sama Mama Ati, Hubby menyusul bawa baju ganti dll. Bagi orang panikan seperti aku rumah sakit membuat panic attackku berkurang, disana ada dokter dan perawat, kalau dirumah walaupun aku menenangkan diri tapi tetap saja rasanya maunya histeris (walaupun cuma dalam hati). Selama Icha dalam perawatan aku perhatikan wajah-wajah dan penampilan Ibu-ibu yang bawa anak-anak sakit ke UGD itu kalau ada yang bisa dandan seperti Syahrini aku acungi jempol deh! Dan tidak ada ibu-ibu yang bisa dandan di UGD, jangankan bedakan, sendal aja yang kiri dan kanan bisa beda, bahkan ada yang tidak pake sendal sama sekali saking paniknya. Kalau ingin melihat ibu-ibu yang dandanannya ancur seancur-ancurnya datanglah ke UGD Rumah Sakit!
Ternyata thypus Icha kambuh :( Icha harus mondok lagi di rumah sakit. Disaat seperti inilah betapa pentingnya asuransi kesehatan, benda paling penting yang harus dibawa di UGD kalau bisa diphotocopy beberapa lembar jauh-jauh hari karena kita tidak tahu saat emergensi bisa saja pas tengah malam dan tidak ada fotocopy yang buka. Selain itu bawa termos air panas kecil, kompres, sendok untuk minum obat atau buat minum air, air mineral, kantong plastik buat baju kotor kalau anak muntah atau diare dan berak-berak, baju ganti, handuk kecil, dan uang cash secukupnya. HP dan chargernya.
Akhirnya kami mondok lagi di rumah sakit. Selama itu aku berpikir kenapa anak orang lain jajan sembarangan makan chiki, es, pentol, yang dijual dijalan-jalan paman gerobak dorong, mandi hujan,main ditempat kotor kok sehat-sehat saja, sedang anakku yang menurut Rizky anakku apa-apa ngga boleh sering sakit? Aku pernah curhat hal ini sama temanku, jawaban temanku sungguh menenangkan, lebih baik tahu sekarang anak-anak kita tidak boleh makan begituan, jadi mereka tidak banyak maka begituan dan ngga mau makan-makanan yang seperti itu karena tahu akibatnya sejak awal, dibanding nanti-nanti?
Ini musibah bagiku di awal tahun, walau begitu aku harus mengambil hikmah dan bersyukur dan ikhlas nasihat hubby. Diruang opname anak-anak itu banyak cerita sedih bahkan ada yang sakitnya yang lebih parah dari anakku. Beberapa orang tua, entah yang perempuan atau yang laki-laki duduk termenung memikirkan biaya yang akan dibayar sekeluarnya dari rumah sakit, bahkan ada ibu-ibu yang dengan mata berair bercerita ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Anak-anak yang menangis kesakitan, wajah-wajah capai dan tidak tidur, bahkan ada yang bawa anak-anaknya yang sehat diusia balita harus berbaring di lantai rumah sakit sementara orang tuanya menunggui kakak atau adiknya yang sakit. Saat aku hendak mengambil air panas aku melihat anak seumuran Rizky anakku yang pertama sedang menyeret termos air yang besar, dibelakangnya adiknya seumuran Icha anakku mengikuti dari belakang tanpa alas kaki, saat kutanya siapa yang sakit mereka jawab, "Bapak." Sesak rasanya melihat anak sekecil itu begitu tabah menunggui Bapaknya yang sakit, saat bertemu hubby aku menceritakan dua anak kecil itu aku bilang ke hubby, "Bah, Moga kita sakit ntar-ntar saja, nanti saat anak-anak dewasa saja."
Alhamdulilah sekarang Icha sudah pulang ke rumah dan sekolah lagi mohon doanya Om, Tante, kaka semoga Icha sehat.
Label:
note of the day
| Reaksi: |
Kamis, 05 Januari 2012
SENYUMKU TRADEMARKKU
Senyum adalah trademarkku, Si Wajah Tersenyum :)
Dengan sebuah senyuman meruntuhkan kebencian, menghapus kesedihan, meringankan penderitaan, menceriakan dunia. Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum padamu.
Senyumku ini kuikutsertakan dalam Lomba SEGGER yang diadain http://dblogger.blogdetik.com/kontes-segger-senyum-ekspresi-blogger/
dalam rangka ulang tahun dblogger yang ke-3.
Jumat, 25 November 2011
Bingkisan dari Mbak Imelda
Mbak Imelda Coutrier memberi tahuku, kalau komentarku di FBnya mencapai angka tertentu. Dan Mbak Imel bilang karena komentarku berada diangka yang unik dia ingin memberikan bingkisan padaku. Aku menyambutnya dengan sukacita, saat diminta bingkisannya apa, aku ingin buku saja. Beberapa hari kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 12 November 2011, sewaktu aku masih di tempat kerja anakku Rizky menilponku, "Ma, ada bingkisan buku, banyak banget!" Aku langsung tahu, pasti bingkisan dari Mbak Imelda.
Bingkisan terdiri dari 10 buku anak-anak, 5 buku anak-anak berbahasa Indonesia dan 5 buku anak-anak berbahasa Inggris, kesepuluhnya karangan Clara Ng, gambarnya bagus-bagus. Anak-anakku senang sekali mendapat bahan bacaan baru terutama Icha, setiap hari ia tidak hanya ingin dibacakan satu buku tapi semua buku, kadang kalo yang bisa membacakan sedangsibuk ia membaca buku itu dengan kata-katanya sendiri maklum Icha belum bisa baca. Kadang bahasanya dicampur bahasa daerah. Dan boneka-bonekanya sebagai pendengarnya.
Ternyata masih ada satu lagi bingkisan dari Mbak Imelda, Novel Paulo Coelho, The Alchemist untukku.
Label:
note of the day
| Reaksi: |
Senin, 21 November 2011
Langganan:
Entri (Atom)


buku anak-anak karangan Clara Ng